Hestegblog

Temukan Tips Kesehatan, Gaya Hidup Sehat dan Ekonomi Sehat

Monday, December 11, 2017

Kids Jaman Now Ini Ngaku Lebih Paham Turki Ustmani Dibanding Ustadz Felix Siauw

Panas nya kursi ILC ( Indonesia lawyer club ) masih terasa hingga saat ini, dimana pada pekan lalu dalam diskusi bertopik " perlu kah reuni 212 ", yang mempertemukan ustadz Abal Abal abu janda dengan ustadz Felix Siauw.


Namun pada debat tersebut, tampak ustadz Felix Siauw lebih menyerlah di debut perdananya tampil di ILC , bahkan Felix Siauw mengatakan dalam satu babak bahwa ia adalah manusia di Indonesia yang paling paham dengan kekaisaran Turki Usmani dan mengatakan sudah mengunjungi museum di turki sebanyak lebih kurang 7 kali, demi membantah klaim hoax abu janda.


Namun kini di internet tampaknya ada kids jaman now yang tampak sangar di medsos dengan mengklaim bahwa dirinya lebih paham Turki Usmani dibandingkan ustadz Felix Siauw.


Berikut adalah postingan kids jaman now tersebut :


"Harusnya saya kesini ngajak Koh Felix Siauw, yang kemarin ngaku sebagai orang Indonesia yang paling paham Turki Ustmani.
Saya juga mau ajak beliau jalan-jalan ke museum Topkapi, Istanbul untuk melihat bendera peninggalan Rasul. Bendera tersebut berwarna hijau malah lebih mirip bendera NU, bukan bendera ISIS atau HTI yang berwarna hitam.
Belakang saya itu Hagia Sophia, Sebelumnya adalah gereja utama Kekaisaran Romawi Timur kemudian menjadi masjid resmi Kesultanan Ustmaniyyah, sekrang jadi museum. Bagi akhi-akhi ukhti-ukhti yang anti telurasin pasti akan heboh ketika masuk hagia sophia ini. Di masjid gereja hagia sophia ini lafadz Allah Muhammad berada di bawah kubah yang sama dengan Yesus dan Bunda maria. Kubah di pintu kaisar di bagian atas ada mosaic yang menggambarkan Kaisar Byzantium, Leo yang mencium kaki Yesus Kristus, sementara di kanan-kiri Yesus Kristus ada Bunda Maria dan malikat jibril.
Banyak fakta-fakta menarik tentang turki yang ternyata bertolak belakang dengan yang dikatakan akhi-akhi yang meyakini Banjir di Jakarta adalah banjir syar’i untuk menyambut pemimpin baru Jakarta."


Bahkan pemuda yang bernama Rifan Heriyadi itu juga mengatakan bahwa Reuni 212 adalah sebuah fenomena 'banjir syar'i'


Seorang pemuda yang harusnya mendukung tindakan kebaikan umat tampaknya lebih memilih mencerca hanya untuk mencari ketenaran, ini yang baru di namakan "kids jaman now"

No comments:

Post a Comment