Hestegblog

Temukan Tips Kesehatan, Gaya Hidup Sehat dan Ekonomi Sehat

Saturday, October 7, 2017

CPNS Periode ke III, Pemerintah Harus Berbenah

Minat masyarakat khususnya untuk kaum muda dalam menjadi seorang PNS atau ASN ( pegawai negeri sipil ) di Indonesia memang tinggi.
Jelas memang tidak ada yang dipersalahkan terkait hal ini karena di Indonesia PNS lah yang di anggap bisa menjadi pekerjaan yang menjanjikan kesejahteraan.

Dalam hal ini pemerintah sudah jeli, dan pantas kita acungi jempol karena sudah membuka lowongan CPNS berbasis tes kompetensi,

Kita apresiasi kan langkah pemerintah di era Jokowi dan SBY yang juga sebelum nya mengangkat PNS melalui tes kompetensi, karena selama ini yang di angkat menjadi PNS hanya lah honorer honorer yang dimasukan tanpa ada tes yang jelas.


Bayangkan saja , di sebuah daerah jarang sekali ada pembukaan lowongan honorer, kalaupun ada tentu saja yang masuk adalah sisipan, sanak saudara keluarga atau sistem berbayar.
Dan honorer ini berharap mereka akan segara di angkat menjadi PNS.


Alih alih menjadi PNS berarti pemerintah mendukung pola KKN yang sudah terjadi sejak lama di daerah.
Jika di biarkan ...?
Maka fase ini akan tetap bertahan, yang menjadi PNS selamanya adalah mereka yang merupakan honorer sisipan atau berbayar.

Jadi sekali lagi kita apresiasi upaya pemerintah dalam menangkat PNS melalui jalur kompetensi.
Namun ada yang harus di benahi pada sistem ini, yakni seleksi administrasi awal yang di anggap tidak adil.

Banyak sekali calon calon PNS yang berkompeten namun gagal di tahap awal hanya di karena kan jurusan yang sedikit melenceng atau akreditasi kampus.

Misal sarjana ekonomi syariah, namun pelamar digagalkan pada tahap seleksi awal sedangkan kualifikasi yang dibutuhkan adalah sarjana ekonomi, akuntansi syariah yang gagal menembus tahapan seleksi awal dengan kualifikasi akuntansi,
Padahal, seharusnya tidak ada perbedaan terkait spesifikasi alur jurusan umum dan khusus seperti ini .

Selain itu terkait akreditasi kampus, pelamar yang kuliah di kampus yang akreditasi nya c di gagalkan di tahap ini,
Yang menjadi pertanyaan adalah apa ada perbedaan kualitas mencolok antara mahasiswa dari akreditasi c dengan b..??
Pembeda sebenarnya adalah pada kampus..
Lalu kenapa kesalahan kampus yang gagal memenuhi target akreditasi harus di tanggung oleh mahasiswa yang jelas jelas memang sudah di rugikan dalam hal ini.


Semoga hal ini lebih diperhatikan pemerintah khususnya presiden Jokowi dan Kemenpan serta BKN, kelak pada tahapan tes CPNS periode ke III, (ketiga) atau periode selanjutnya, karena kita yakin pasti akan ada pembukaan tes CPNS setelah periode ke II (kedua)

No comments:

Post a Comment